Review Pragmata 2026: Capcom Kembali Bikin Kejutan Besar
📋 Daftar Isi
Jujur? Saya hampir nggak menaruh ekspektasi tinggi untuk Pragmata. Sudah terlalu banyak game Capcom yang diumumkan jauh-jauh hari, teaser-nya keren, tapi endingnya mengecewakan. Tapi begitu controller di tangan dan game ini dimulai — semuanya langsung berubah.
Pragmata rilis 17 April 2026 untuk PS5, PC, Xbox Series X/S, dan Nintendo Switch 2. Dan berdasarkan Metacritic score 86 yang dikumpulkannya, ternyata saya bukan satu-satunya yang terkejut dengan kualitasnya. Ini review jujur dari sudut pandang gamer yang udah habisin sekitar 13 jam di dalamnya.
Table of contents [Show]
Gameplay & Mechanics — Duo yang Bikin Nagih
Konsep utama Pragmata sebenarnya simpel: kamu main sebagai Hugh, seorang astronaut, yang harus keluar dari lunar research station yang dikuasai AI bernama IDUS. Tapi di sini ada twist segar — kamu juga mengontrol Diana, sebuah android muda yang jadi partner Hugh.
Sistemnya kayak gini: Diana bisa hack robot musuh, mematikan pertahanan mereka dan memperlihatkan titik lemahnya. Nah, tugas Hugh adalah hajar titik lemah itu secepat mungkin. Kedengarannya simpel, tapi dalam praktiknya — terutama di encounter yang lebih sulit — koordinasi dua karakter ini jadi puzzle taktis yang asik banget.
Yang bikin nagih adalah rhythm-nya. Ada semacam flow state yang kamu dapatkan ketika hack Diana berhasil di momen yang tepat dan tembakan Hugh langsung meledakkan robot dalam satu hit. Rasanya satisfying seperti kamu memang jago main ini, padahal game yang desain sistem combatnya yang cerdas.
Satu hal yang perlu dicatat: game ini bukan untuk yang cari action cepat ala Devil May Cry. Pace-nya lebih deliberate, lebih strategic. Kalau kamu suka Resident Evil 4 lebih dari DMC, kemungkinan besar Pragmata bakal klik.
Visual & Audio — Ini Serius Cantik Banget
Capcom pakai RE Engine lagi di sini, dan hasilnya? Gila. Lunar station yang jadi setting utama game ini terasa beneran hidup — pencahayaan volumetric, shadow yang dinamis, efek partikel yang detail. Di versi PS5 dengan ray tracing aktif, beberapa scene terasa seperti nonton CGI movie.
Diana sendiri adalah pencapaian teknis yang luar biasa. Ekspresi wajahnya, cara dia bereaksi saat encounter berbahaya, cara dia memandang Hugh — semuanya terasa convincingly "manusiawi" untuk sebuah android. Ini bukan soal grafis semata, ini soal character performance yang dikerjain dengan sangat teliti.
Soal audio, score-nya ditulis Yasunori Mitsuda (ya, komposer Xenogears dan Chrono Trigger). Hasilnya orkestra yang epic tapi juga punya momen-momen tenang yang emosional. Sulit untuk tidak terkesan.
Cerita & Durasi Main
Inti ceritanya: Hugh dan Diana harus kabur dari lunar station yang dikuasai AI jahat bernama IDUS. Tapi yang bikin Pragmata menonjol bukan ancaman AI-nya — melainkan hubungan Hugh dan Diana itu sendiri. Hugh mengajari Diana arti menjadi manusia. Diana membantu Hugh menghadapi trauma masa lalunya. Dynamic ini heartfelt dan believable, terutama di paruh kedua game.
Durasi mainnya sekitar 10–15 jam untuk playthrough pertama. Ada yang bilang ini terlalu pendek. Saya tidak setuju — game ini tidak overstay its welcome, setiap scene ada gunanya, dan tidak ada padding yang nggak perlu. Untuk game narrative-driven, ini panjang yang tepat.
Di bagian koleksi review game kami kamu bisa menemukan perbandingan dengan game action-adventure lainnya yang rilis tahun ini.
Kelebihan dan Kekurangan
• Sistem combat Hugh-Diana yang segar dan satisfying
• Visual spektakuler, terutama di PS5 dan PC high-end
• Cerita emosional dengan hubungan karakter yang believable
• Musik dari Yasunori Mitsuda — luar biasa
• Durasi tepat, tidak ada scene yang terasa buang waktu
• Capcom RE Engine tampil terbaik sejauh ini
• Versi Switch 2 performance sedikit turun di scene crowded
• Beberapa section puzzle bisa terasa lambat bagi yang cari pure action
• Replayability terbatas — tidak banyak alasan untuk main kedua kalinya
• Harga full price mungkin berat untuk durasi 10–15 jam
Verdict — Worth It atau Tidak?
⭐ Verdict
Pragmata (Capcom, 2026)
8.5 / 10
Salah satu game terbaik yang Capcom pernah buat — dan salah satu kejutan terbesar 2026.
Pragmata bukan game sempurna. Durasinya pendek untuk harga full-price, dan pemain yang cari gameplay loop yang panjang mungkin akan kecewa. Tapi sebagai experience? Ini adalah salah satu game paling memorable yang saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir.
Cerita Hugh dan Diana itu genuinely touching. Combat-nya satisfying. Presentasinya kelas dunia. Kalau kamu punya PS5 atau PC yang oke, dan kamu suka game yang punya heart di dalamnya — Pragmata wajib masuk list kamu.
Cek juga artikel gaming lainnya di blog kami untuk rekomendasi game terbaru lainnya yang worth untuk dicoba tahun ini.